Batik Tidak Hanya Untuk Pakaian

Batik adalah salah satu sumber kreativitas yang sangat luas. Mulai dari perancang busana, pengusaha interior, sampai dengan perajin kecil asesoris atau pernak-pernik hiasan, mereka semua dapat memanfaatkan batik.

Museum batik Pekalongan

Perjumpaan masyarakat Pekalongan dengan berbagai bangsa seperti Cina, Belanda, Arab, India, Melayu dan Jepang pada zaman lampau telah mewarnai dinamika pada motif dan tata warna seni batik.

Dunia dan Batik Indonesia

Dunia telah mengakui batik adalah milik Indonesia melalui pengakuan UNESCO pada 2 Oktober 2009

History of Batik

Batik secara historis berasal dari zaman nenek moyang yang dikenal sejak abad XVII

Power of Batik

Batik adalah kerajinan yang memiliki nilai seni tinggi dan telah menjadi bagian dari budaya Indonesia

Selamatkan Indonesia

Wednesday, April 2, 2014

Pemilu 2014 Jadi Peluang Bisnis Pengusaha Batik

Momen Pemilu dimanfaatkan untuk meraup pundi-pundi rezeki. Firlia Kusuma (28) misalnya, dia menghadirkan kemeja batik corak logo partai politik (parpol) peserta pemilu 2014.
Hasilnya cukup lumayan. Peningkatan permintaan batik parpol mencapai 20 persen dibandingkan sebelum masa kampanye digelar. "Momen pemilu pemesanan meningkat sekitar 20 persen khususnya kemeja. Pemesanan bisa eceran atau grosir," ujar wanita yang akrab dipanggil Lia, Kamis (27/3/2014).
Harga eceran batik parpol dijual dengan harga Rp 59 ribu per kemeja. "Kalau beli grosiran ada potongan harga," ujarnya.
Selain batik parpol, Lia juga membuat desain baju batik sendiri. "Saya sebenarnya lulusan Akuntansi, tapi suka gambar. Selain desain sendiri, juga melihat referensi dari internet. Tapi jangan dicontoh semua, desainnya dikembangkan lagi," ujarnya.
Warga Jl Adi Sumarmo, gang Utara 3, Banyuanyar ini memasarkan batiknya melalui toko online www.batik-solo.net. Menurutnya pemasaran batik melalui online lebih murah. "Marketer kami tidak perlu pergi kemana-mana cukup dipasarkan via website. Selain itu, pemasaran kami tidak hanya sebatas Soloraya, bisa seluruh Indonesia bahkan sampai luar negeri," jelasnya.
Membangun bisnis online, kata Lia, tidak mudah. Butuh ketekunan dan kesabaran. Awalnya, Lia membangun bisnis online bersama suami dan adiknya. Lima tahun kemudian dia sudah mempunyai 12 karyawan. "Bisnis online membuat saya bisa bekerja di rumah dan bisa membuka lapangan kerja. Awalnya tiap dua hari pesanan datang, sekarang sudah tiap hari ada pesanan. Harus sabar, tekun, dan terus berinovasi sehingga bisa seperti sekarang ini," tegasnya.
Lia mengatakan bisnis online harus bisa membangun kepercayaan pelanggan. Karena sekarang ini banyak ditemui bisnis online untuk menipu. "Saya berikan identitas toko online yang sebenarnya. Dari nama website, PIN BB, nomor telepon aktif, dan alamat toko nyata. Terpenting barang pesanan harus sampai ke tangan pemesan," ungkapnya.
Sebagai wirausahawan, Lia menyarankan untuk jangan menyerah karena berbisnis online memerlukan waktu yang tidak singkat. "Harus tekun dan terus berinovasi," ujarnya.(*)
Sumber : TribunNews

Saturday, January 26, 2013

Laporan : Batik Sasambo dari NTB Go Nasional

Batik Sasambo Cetak
Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB mengklaim telah berhasil menasionalkan batik Sasak Samawa Mbojo (Sasambo). Wisatawan domestik dari berbagai daerah Indonesia sudah banyak yang memesan batik bercorak tiga etnis di NTB itu. PNS lingkup Pemprov NTB dan kabupaten/kota juga sudah menjadikan batik sasambo sebagai seragam kerja. Ini cukup membanggakan, sehingga ke depan harus terus digaungkan.

"Dulu, kita bercita-cita ada batik yang bercorak NTB. Setelah dilaunching batik Sasambo, sekarang malah permintaan cukup tinggi. Masyarakat NTB juga tidak malu menjadikan souvenir batik Sasambo kepada para wisatawan, baik local maupun international," kata Gubernur NTB, Dr. TGH. M. Zainul Majdi, MA, saat acara tasyakuran dan apresiasi VLS 2012, Bulan Citra Budaya (BCB) ke-19 dan HUT NTB ke-54 di Hotel Lombok Raya Mataram, Selasa (18/12) malam.

Majdi menuturkan, beberapa SMK di NTB juga saat ini memasukkan kurikulum cara membatik batik Sasambo. Sekolah tersebut juga banyak sekali mendapatkan order pembuatan batik Sasambo. Para siswa sendiri yang mengerjakan order itu sembari mereka belajar. Diharapkan ke depan akan lahir para maestro yang membuat design dan corak batik Sasambo. Selanjutnya, tinggal bagaimana batik Sasambo tersebut dapat memberikan dampak yang significant terhadap daerah, khususnya masyarakat NTB.

Satu hal lagi yang harus diperhatikan lanjut Majdi, yakni bagaimana produk lokal ini dapat dipatenkan. Karena, saat ini sebanyak 4.500 produk local asal NTB yang dipasarkan di Bali. Tidak sedikit dari produk local asal NTB itu diclaim milik Bali. Kondisi tersebut sudah terjadi sejak lama, karena NTB sendiri megabaikan hal itu. Adanya hak paten, maka produk NTB tidak lagi diklaim daerah lain.

Sumber : http://www.globalfmlombok.com/content/ntb-berhasil-nasionalkan-batik-sasambo

Batik Sasambo Khas Nusa Tenggara Barat

Batik Sasambo Cetak
Batik Sasambo adalah batik khas daerah NTB, dimana motif dari kain-kain tersebut diambil dari ke khasan NTB. NTB adalah singkatan dari Nusa Tenggara Barat, yang memiliki keragaman suku bangsa. NTB terdiri dari 2 pulau, masing-masing pulau didiami oleh suku yang berbeda yaitu suku Sasak (Lombok), Samawa dan Mbojo (Sumbawa). Sehingga untuk mempersatukan hal tersebut maka diambillah nama Sasambo (Sasak, Samawa dan Mbojo).

Batik ini terdiri dari 3 jenis yaitu Batik Cetak, Tulis dan Campuran. 
Batik Sasambo Campuran (Tulis dan Cetak)

Batik Sasambo Tulis


Sumber : http://ranahatelove.blogspot.com/2012/04/batik-sasambo-batik-khas-ntb.html

Monday, August 13, 2012

KAMPUNG BATIK BETAWI & NUSANTARA

Foto : tribunnews[dot]com
Bulan oktober 2012, sejak dua tahun (2 Oktober 2009) selalu diperingati sebagai Hari Batik Nasional, semenjak batik ditetapkan oleh UNESCO sebagai warisan budaya dunia.

Kampoeng Batik Palbatu yang diresmikan 20 Mei 2011 telah hadir dipersada nusantara sebagai wadah untuk menampung karya dan cipta para pengrajin batik tidak hanya dari Jogja, Solo, Pekalongan tetapi juga batik dari daerah lain yang belum dikenal luas, termasuk upaya mengangkat kembali pamor batik betawi.

Gelar batik yang sebenarnya sudah ada di masing-masing gerai Kampoeng Batik Palbatu, tetapi juga menampilkan kebolehan para pengrajin batik lainnya.

Lokasi Kampung Batik Palbatu :

Sejarah Batik Ibu Kota

Fashionbatik[dot]net
Pembatikan di Jakarta dikenal dan berkembang bersamaan dengan daerah-daerah pembatikan lainnya yaitu kira-kira akhir abad ke-XIX. Pembatikan ini dibawa oleh pendatang-pendatang dari Jawa Tengah dan mereka bertempat tinggal kebanyakan didaerah-daerah pembatikan. Daerah pembatikan yang dikenal di Jakarta tersebar didekat Tanah Abang yaitu: Karet, Bendungan Ilir dan Udik, Kebayoran Lama dan daerah Mampang Prapatan serta Tebet.

Jakarta sejak zaman sebelum perang dunia kesatu telah menjadi pusat perdagangan antar daerah Indonesia dengan pelabuhannya Pasar Ikan sekarang. Setelah perang dunia kesatu selesai, dimana proses pembatikan cap mulai dikenal, produksi batik meningkat dan pedagang-pedagang batik mencari daerah pemasaran baru. Daerah pasaran untuk tekstil dan batik di Jakarta yang terkenal ialah: Tanah Abang, Jatinegara dan Jakarta Kota. Yang terbesar ialah Pasar Tanah Abang sejak dari dahulu sampai sekarang. Batik-batik produksi daerah Solo, Yogya, Banyumas, Ponorogo, Tulungagung, Pekalongan, Tasikmalaya, Ciamis dan Cirebon serta lain-lain daerah, bertemu di Pasar Tanah Abang dan dari sini baru dikirim ke daerah-daerah di luar Jawa. Pedagang-pedagang batik yang banyak ialah bangsa Cina dan Arab, bangsa Indonesia hanya sedikit dan dalam komunitas kecil.

Oleh karena pusat pemasaran batik sebagian besar di Jakarta khususnya Tanah Abang, dan juga bahan-bahan baku batik diperdagangkan di tempat yang sama, maka timbul pemikiran dari pedagang-pedagang batik itu untuk membuka perusahaan batik di Jakarta dan tempatnya ialah berdekatan dengan Tanah Abang. Pengusaha-pengusaha batik yang muncul sesudah perang dunia kesatu, terdiri dari bangsa cina, dan buruh-buruh batiknya di datangkan dari daerah-daerah pembatikan Pekalongan, Yogya, Solo dan lain-lain. Selain dari buruh batik luar Jakarta itu, maka diambil pula tenaga-tenaga setempat di sekitar daerah pembatikan sebagai pekerjanya. Berikutnya, melihat perkembangan pembatikan ini membawa lapangan kerja baru, maka penduduk asli daerah tersebut juga membuka perusahaan-perusahaan batik. Motif dan proses batik Jakarta sesuai dengan asal buruhnya didatangkan yaitu: Pekalongan, Yogya, Solo dan Banyumas.

Bahan-bahan baku batik yang dipergunakan ialah hasil tenunan sendiri dan obat-obatnya hasil ramuan sendiri dari bahan-bahan kayu mengkudu, pace, kunyit dan sebagainya. Batik Jakarta sebelum perang terkenal dengan batik kasarnya warnanya sama dengan batik Banyumas. Sebelum perang dunia kesatu bahan-bahan baku cambric sudah dikenal dan pemasaran hasil produksinya di Pasar Tanah Abang dan daerah sekitar Jakarta.

Sumber : roemahbatik[dot]com
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...